IMG 20260414 WA0004
Prestasi Gemilang! Tim Para Angkat Berat Indonesia Bawa Pulang 25 Medali dari Kejuaraan Asia-Oseania 2026

Prestasi Gemilang! Tim Para Angkat Berat Indonesia Bawa Pulang 25 Medali dari Kejuaraan Asia-Oseania 2026

Jraedutalk – Tim nasional para angkat berat Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, skuad Merah Putih sukses mengoleksi total 25 medali—sebuah capaian yang membuka lebar peluang menuju Asian Para Games 2026.

Dari total raihan tersebut, Indonesia mengamankan enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu. Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi ke-10 klasemen akhir, di tengah dominasi Uzbekistan yang tampil sebagai juara umum.

Meski demikian, bagi tim Indonesia, capaian ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan sinyal kuat bahwa mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Pelatih tim nasional, Coni Ruswanta, mengungkapkan rasa syukur sekaligus optimisme. Berdasarkan perhitungan tim pelatih, seluruh 12 atlet yang diturunkan berpeluang besar lolos ke Asian Para Games di Nagoya—sebuah target yang sejak awal telah dicanangkan.

“Insyaallah dari hasil perhitungan kami, semua atlet (12 atlet World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 bisa lolos ke (Asian Para Games 2026 di) Nagoya sesuai yang ditargetkan,” kata pelatih tim nasional para angkat berat Indonesia Coni Ruswanta dalam keterangannya.

Di balik deretan medali, muncul kisah-kisah luar biasa yang membangkitkan harapan. Salah satunya datang dari Abdul Hadi yang tampil gemilang di kelas 49 kg putra.

Ia berhasil mencatat angkatan terbaik 179 kg dan menyabet dua medali emas, mengungguli pesaing tangguh seperti Le Van Cong dari Vietnam dan Yerbolat Karibay dari Kazakhstan. Penampilannya menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki atlet dengan mental juara di panggung internasional.

Tak kalah mengesankan, atlet muda Delima Yunia Susanti juga mencuri perhatian. Dengan angkatan 93 kg, ia tidak hanya meraih emas, tetapi juga memborong empat medali emas sekaligus di kategori rookie kelas 79 kg putri. Lebih dari itu, Delima sukses memecahkan rekor dunia—sebuah pencapaian luar biasa yang menegaskan masa depan cerah para angkat berat Indonesia.

See also  Didukung Calvin Verdonk, Dony Tri Pamungkas Bidik Karier di Eropa?

Menurut Coni, kejuaraan ini juga memberikan gambaran jelas tentang peta persaingan ke depan. Negara seperti Uzbekistan dan China masih menjadi lawan utama yang harus diwaspadai. Namun, ia yakin dengan waktu persiapan yang tersisa, performa para atlet Indonesia masih bisa ditingkatkan.

Program latihan pun akan difokuskan untuk mengasah kemampuan terbaik setiap atlet. Targetnya tidak hanya sekadar lolos ke Nagoya, tetapi juga mampu bersaing memperebutkan medali. Bahkan, tim pelatih sudah mulai membidik target jangka panjang, yakni meloloskan empat atlet ke Paralimpiade Los Angeles 2028 melalui peringkat dunia.

“Kami fokuskan latihan demi prestasi anak-anak agar banyak yang lolos ke Nagoya. Kami juga menargetkan empat atlet bisa lolos ke Paralympic Los Angeles 2028 dengan skala lolosnya di ranking sembilan dunia,” jelasnya.

Dengan semangat juang yang terus menyala dan kerja keras tanpa henti, tim para angkat berat Indonesia kini berdiri di ambang peluang besar. Dari Bangkok menuju Nagoya, harapan itu semakin nyata—bahwa Merah Putih bisa kembali berkibar di panggung olahraga dunia.(*)

Jra Edutalk

Jra Edutalk

Editor’s Pick

Pendidikan Berbasis Budaya, Konsep dan Implementasi di Era Modern

Visual pembelajaran berbasis budaya yang dikombinasikan dengan teknologi modern untuk memperkaya proses…

Most Comment

Trending

Get The Latest

Photos

Share to...