Jraedutalk – Langkah bisnis pengusaha asal Kalimantan, H Samdudin Andi Arsyad yang akrab disapa Haji Isam mengakuisisi 21,12 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk, berkode emiten PACK senilai Rp936 miliar, dapat menjadi sinyal positif bagi pemulihan pasar modal.
Kondisi ini membuka peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 7.000. Pada perdagangan Rabu (13/5), IHSG ditutup melemah ke 6.732.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan PACK sebelumnya bergerak di bisnis kemasan digital. Namun, perusahaan tersebut kemudian bertransformasi menjadi holding investasi yang fokus pada sektor tambang dan perdagangan nikel.
“Jadi ketika ada investasi yang masuk hampir senilai Rp1 triliun, itu bukan angka yang kecil, ya. Setidaknya ini juga bisa memberi sinyal kepada market bahwa PACK siap menjalankan ekspansi bisnis di sektor energi dan mineral,” ujar Nafan kepada Inilah.com di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai, akuisisi 6,83 miliar lembar saham PACK ini menjadi bagian dari diversifikasi portofolio energi yang dilakukan Haji Isam. Selama ini, pengusaha yang dikenal rendah hati dan dermawan itu, dikenal lewat bisnis sawit dan produk turunannya, serta batu bara.
“Kini, Haji Isam masuk ke bisnis nikel melalui PACK. Kalau misalnya dia sudah masuk ke nikel, ya pastinya ada peluang bagi transisi energi, ya. Serta untuk ekosistem baterai kendaraan listrik,” jelas Nafan.
Nafan menyebut keputusan memborong saham PACK tentu memiliki tujuan strategis di mata pengusaha bertangan dingin seperti Haji Isam. Langkah ini juga berpotensi disinergikan dengan perusahaan lain yang terafiliasi dengan Jhonlin Group.
Hal itu dinilai beralasan. Pasalnya, perusahaan di bawah bendera Jhonlin Group milik Haji Isam, merambah beragam lini bisnis. Mulai dari infrastruktur, logistik, pelabuhan, alat berat, transportasi laut dan udara, hingga sektor tambang batu bara serta perkebunan kelapa sawit dari hulu ke hilir.
“Jadi, saya pikir ini bisa ada sinergi besar. Sehingga seluruh proses bisnis bisa semakin efektif dan efisien. Di sisi lain, kehadiran Haji Isam memperkuat struktur permodalan PACK. Kan, PACK ini sudah masuk papan akselerasi. Ya, setidaknya ketika bertransformasi akan mengangkat kepercayaan investor,” tuturnya.
Terkait persaingan bisnis, Nafan menyebut sesuatu yang wajar. Alasannya, perusahaan nikel bukan hanya PACK. Ada beberapa pemain lain seperti ANTM, INCO, hingga MBMA yang beroperasi di Indonesia, yang memiliki cadangan nikel melimpah.
“Yang penting fokusnya ke kompetisi berbasis hilirisasi. Ibaratnya kan, menurut hemat saya, ini bagus untuk membentuk atau mewujudkan ekosistem baterai di tanah air,” pungkasnya.
Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026), Haji Isam resmi mengoleksi 6,83 miliar lembar saham yang setara 21,12 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada 13 Mei 2026. Kala itu, saham PACK dibanderol Rp137 per lembar.