Jraedutalk – Selain kaya akan budaya dan keindahan alam, Indonesia juga menyimpan banyak warisan bersejarah dari masa penjajahan kolonial Belanda.
Salah satu warisan yang dapat disaksikan adalah bangunan bersejarah yang tersebar di sejumlah kota besar.
Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menjadi peninggalan bersejarah, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan bangsa hingga meraih kemerdekaan.
Dengan arsitektur khas Eropa yang berpadu dengan nuansa lokal, deretan bangunan peninggalan Belanda di Indonesia kini banyak yang dialihfungsikan menjadi museum dan destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi.
Deretan Bangunan Peninggalan Belanda di Indonesia
1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah awalnya dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Joanvan Hoon sebagai Gedung Balaikota pada tahun 1707.
Bangunan ini resmi ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta atau juga disebut Museum Fatahillah pada 30 Maret 1974.
Museum Fatahillah menjadi salah satu objek wisata sejarah populer yang menyimpan sekitar 25.000 benda koleksi dari masa prasejarah hingga abad ini.
2. Istana Merdeka
Istana Merdeka adalah peninggalan Kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1873-1879, dengan nama awal PAleis te Koningsplein atau Istana Gambir.
Gedung bergaya neoklasik ini awalnya berfungsi sebagai kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda, dengan total 15 Gubernur Jenderal yang pernah menghuninya.

MerdekaBangunan ini resmi menjadi Istana Merdeka pada 27 Desember 1949 bersamaan dengan penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Belanda.
Setelah itu, Presiden Soekarno bersama keluarga mulai menetap di Istana Merdeka pada 28 Desember 1949.
3. Museum Wayang

Pertama kali dibangun pada tahun 1640 di Jl. Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, dengan nama De Oude Hollandsche Kerk yang berarti Gereja Lama Belanda, lalu berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerj yang berarti Gereja Baru Belanda.
Sejak 13 Agustus 1975, bangunan tersebut resmi menjadi Museum Wayang yang memiliki sekitar 5.147 koleksi wayang yang berasal dari Sunda, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumatra.
Museum ini juga menyimpan wayang mancanegara seperti dari Malaysia, Kamboja, India, Thailand, dan masih banyak lainnya.