Jraedutalk – Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dipadati ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day), Jumat (1/5/2026). Di tengah kerumunan itu, dua pekerja perempuan, Nurul dan Henny, datang dari jauh untuk ikut menyuarakan aspirasi mereka.
Keduanya berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah. Mereka menempuh perjalanan sekitar 500 kilometer ke Jakarta bersama rombongan perusahaan. Berangkat sejak subuh dengan dua bus yang mengangkut sekitar 100 pekerja, mereka langsung menuju lokasi aksi tanpa banyak waktu istirahat.
Bagi Nurul dan Henny, keikutsertaan dalam May Day bukan sekadar formalitas. Ada harapan yang mereka bawa, terutama terkait upah dan kesejahteraan. “Kami datang bukan untuk jalan-jalan, tapi ingin didengar,” kata Nurul menegaskan.
Upah Rendah
Menurut mereka, upah minimum di daerahnya masih relatif rendah dibanding wilayah lain, sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Kondisi itu membuat banyak pekerja harus berhemat lebih ketat. “Yang paling berat itu bertahan dengan gaji yang sekarang,” ujar Henny.
Keduanya berharap ada perbaikan ke depan, terutama soal kenaikan upah dan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja. “Kami hanya ingin hidup lebih layak dari hasil kerja sendiri,” ucap Nurul.
Usai mengikuti aksi, mereka tidak berlama-lama di Jakarta. Bersama rombongan, keduanya akan langsung kembali ke Purwodadi pada hari yang sama. Meski singkat, perjalanan itu mereka jalani sebagai bagian dari upaya menyampaikan aspirasi.
Dihadiri Presiden Prabowo
Dalam peringatan May Day ini, Presiden Prabowo Subianto ikut hadir di kawasan Monas Jakarta, yang menjadi momen penting bagi ratusan ribu buruh yang memadati lokasi sejak pagi, Jumat (1/5/2026).
Sejak pukul 06.00 WIB, massa buruh dari berbagai daerah mulai berdatangan dan memenuhi area sekitar cawan Monas. Mereka membawa atribut dan bendera serikat masing-masing, menciptakan lautan massa di pusat ibu kota.
Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 08.38 WIB dengan mengenakan baju safari cokelat dan topi. Dari dalam kendaraan RI 1, ia tampak menyapa serta menyalami para buruh yang menyambut dengan antusias.
Jumlah massa diperkirakan mencapai 400 ribu orang, terdiri dari sekitar 211 ribu buruh dan sisanya pengemudi ojek online. Sejumlah serikat buruh yang hadir di antaranya KSPSI, SPMI, KSPN, FSPMI, dan SPSI. (*)