Jraedutalk – Sikap ‘malu-malu kucing’ Pemerintah Inggris dalam konflik Timur Tengah akhirnya runtuh. London secara resmi mengumumkan telah membuka pintu pangkalan militernya untuk digunakan Amerika Serikat (AS) dalam operasi tempur melawan Iran. Langkah ini menandai babak baru keterlibatan aktif Inggris dalam pusaran perang yang kian membara di kawasan Teluk.
Titik strategis yang kini menjadi ‘markas’ bagi mesin perang Paman Sam adalah pangkalan udara Fairford di Gloucestershire, Inggris barat daya, serta pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia. Melansir laporan AFP, sebuah pesawat pengebom strategis jenis B-1 Lancer milik Angkatan Udara AS telah mendarat di Fairford pada Sabtu (7/3/2026), disusul keberadaan pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy yang bersiaga penuh.
Ejekan Trump dan Melunaknya Keir Starmer
Keputusan ini keluar di tengah hubungan diplomatik yang sedang ‘panas-dingin’ antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Trump, dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, sempat mengejek Starmer melalui platform Truth Social. Ia menyindir rencana Inggris yang dianggap telat dalam mengirimkan kapal induk ke wilayah konflik.
“Inggris Raya akhirnya mempertimbangkan mengirim dua kapal induk. Tidak apa-apa, PM Starmer, kita tidak butuh mereka lagi, tapi kami akan ingat ini,” tulis Trump ketus.
Ejekan tersebut tampaknya manjur. Starmer, yang sebelumnya bersikeras menjaga jarak demi landasan hukum yang kuat, akhirnya melunak. Tekanan dari rentetan serangan rudal dan drone Iran yang mulai mengancam kepentingan nasional Inggris di kawasan memaksa mantan pengacara HAM itu mengubah haluan. Kini, kapal induk HMS Prince of Wales telah berstatus siaga tinggi dan siap angkat sauh sewaktu-waktu.
Hantu Irak 2003 dan Protes di London
Langkah Starmer ini bukan tanpa risiko politik. Di internal Partai Buruh, keputusan ikut campur dalam perang ini memicu trauma mendalam. Memori kelam invasi Irak tahun 2003 di era Tony Blair kembali menghantui. Publik Inggris pun terbelah; hasil jajak pendapat Survation menunjukkan 56 persen warga lebih setuju Inggris tetap absen dari serangan pembuka.
Sentimen anti-perang ini meledak di jalanan London. Ribuan demonstran melakukan long march menuju Kedutaan Besar AS sambil membentangkan plakat bertuliskan ‘Hentikan Perang Trump’. Mereka khawatir Inggris kembali terseret ke dalam lubang hitam perang yang tidak berujung hanya demi memuaskan ambisi militer Washington.
Spektrum Perang Regional
Dengan mendaratnya B-1 Lancer –pesawat pengebom supersonik yang mampu membawa beban senjata masif- pesan yang dikirimkan ke Teheran sangat jelas. Inggris bukan lagi sekadar penonton.
Dibukanya pangkalan Fairford dan Diego Garcia adalah sinyal bahwa Barat sedang menggalang kekuatan penuh untuk melakukan serangan udara yang lebih mematikan ke jantung pertahanan Iran.