pengamat
Analis Komunikasi Politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. (Foto: Dok. Antara)

Pengamat : Jokowi Mulai Gencar Perkuat Posisi Elektoral, tak Ingin Gibran Didepak Prabowo

Jraedutalk – Pengamat politik yang juga Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio (Hensa) mencermati peta politik saat ini masih sangat dinamis. Begitu juga dengan posisi bekas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terkait dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Mereka (Jokowi-Gibran) sekarang sedang memperkuat posisi elektoral dengan melakukan micro politic, blusukan ala Jokowi. Apa tujuannya? Supaya elektabilitasnya Gibran dan Jokowi naik dan Prabowo melihat sebagai kekuatan yang perlu digandeng untuk Pilpres 2029,” kata Hensa saat dihubungi, dikutip dari inilah.comdi Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebab, sebagai kekuatan yang digandeng, kata dia, maka Prabowo bisa memilih calon wapres sesuai yang dia inginkan seperti halnya saat Jokowi memilih Ma’ruf Amin atau SBY memilih Boediono ketika itu.

“Dan kalau Gibran tidak dipilih oleh Prabowo untuk mendampingi di 2029, maka era Gibran sebagai politisi yang mampu menghipnotis kecerdasan warga Indonesia akan berakhir,” ujar Hensa.

Tentunya, sambung dia, hal tersebut tidak diinginkan oleh Jokowi. “Dia inginnya Gibran terus bersama Kaesang, menembus batas di jajaran elite politisi Indonesia,” tambah Hensa.

Posisi Gibran di Pemerintahan

Secara terpisah, Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai bila posisi Gibran sebagai Wakil Presiden “dipreteli” oleh pihak istana, maka hal tersebut menunjukkan agar tak ada “matahari kembar” di tubuh pemerintahan.

“Jika memang yang terjadi sepert itu, tampaknya (mereka) tidak ingin ada matahari kembar dan pengaruhnya dalam politik,” kata Lili.

Sebelumnya, Jokowi telah meminta para relawannya untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

“Ya  memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

See also  Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Tak Mendapat Respons

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menyebut sebagai target awal, relawan mendorong Gibran kembali maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang.

“Target awalnya agar Gibran minimal bisa menjadi calon wakil presiden untuk yang kedua kalinya bersama dengan Prabowo Subianto,” ujar Adi melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (3/7/2026).

Namun, ia menilai wacana duet Prabowo-Gibran dua periode sejauh ini belum mendapat respons signifikan dari partai-partai politik pendukung pemerintah.

“Meski kita tahu bahwa proposal politik duet Prabowo-Gibran terkesan anyep. Tidak ada yang memberi respons secara signifikan. Partai politik di kubu pemerintah hari ini tidak ada yang merespons,” ucap dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, publik mulai membaca konsolidasi relawan sebagai pemanasan untuk mendorong Gibran maju sebagai capres apabila duet Prabowo-Gibran tidak terwujud.

“Kalau Gibran tidak jadi calon presiden ataupun calon wakil presiden di 2029, apakah relawan Gibran akan terus eksis? Rasanya tidak. Dalam konteks itulah yang dibaca oleh publik, kenapa relawan melakukan konsolidasi,” pungkasnya. (*)

Jra Edutalk

Jra Edutalk

Editor’s Pick

Pendidikan Berbasis Budaya, Konsep dan Implementasi di Era Modern

Visual pembelajaran berbasis budaya yang dikombinasikan dengan teknologi modern untuk memperkaya proses…

Most Comment

Trending

Get The Latest

Photos

Share to...