small pelaku penyekapan 0cbee939b6
Tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat, Taufik Hidayat digelandang ke Mapolda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). (Foto: Antara)

Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Diisolasi di Sel Khusus

Jraedutalk – Polisi menempatkan tersangka Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap wanita berinisial YTR (29) di sel khusus Mapolda Jawa Barat.

Penempatan tersangka di sel khusus sengaja dilakukan untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Meski hanya seorang diri di ruang isolasi, namun polisi telah memasangkan perangkat kamera pengawas (CCTV) untuk memantau gerak-geriknya selama 24 jam.

“Dipasang kamera CCTV. Nanti dia akan berada sendiri di sel itu dengan tetap dalam pengawasan,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, Kamis (25/6/2026).

Rudi menilai aksi pelaku terlalu sadis, terlebih lagi penganiayaan terhadap korban berlangsung cukup lama yakni selama tiga tahun. Hingga saat ini korban mengalami trauma berat disertai sejumlah luka di tubuhnya.

“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya alias ini terlalu sadis,” jelasnya.

Sebelumnya, Taufik Hidayat menjadi buronan atas kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial YTR di kawasan Bandung, Jawa Barat. Selama tiga tahun, korban disekap dan kerap mengalami penyiksaan hingga kebutaan.

Korban mengalami kebutaan, kemudian enam gigi depan bagian atas rontok dan bibir sumbing akibat benda tajam. Tim penyidik Polda Jabar belum dapat meminta keterangan langsung dari korban, karena kondisi fisik dan kemampuan komunikasinya masih terbatas.

Awal Mula Pertemuan

Adik korban menceritakan, pertemuan korban dengan pelaku bermula dari sebuah konser musik di Tritan Point di Kota Bandung. Keduanya berkenalan hingga akhirnya menjadi pasangan kekasih pada 2023.

Bahkan tersangka sempat dibawa ke rumah di kawasan Rancaekek untuk dikenalkan ke orang tua korban. Kemudian, mereka pergi berdua dan tidak pernah kembali pulang ke rumah.

See also  Viral Alumni LPDP Unboxing Paspor Inggris Anak, Ini Respons Resmi LPDP

“Awal mulanya sempat dicari sama kakak ke tempat kerjanya, ke tempat kosnya, sudah nggak ada di sana. Ke tempat kerjanya juga sudah nggak kerja di situ,” tutur Syahrul Ulum (26), adik korban.

Keluarga korban sempat mencari keberadaan YTR ke tempat kerjanya di kawasan Pasteur, namun YTR dikabarkan telah resign sejak empat bulan lalu. Selanjutnya, pihak keluarga membuat pengumuman di media sosial (medsos). Tak lama kemudian, korban menghubungi keluarga dan menyampaikan dirinya dalam kondisi baik. Ia juga sempat membantah telah diculik.

Karena merasa janggal, pihak keluarga mengaku akan melapor ke pihak kepolisian dengan harapan YTR bisa kembali ke rumah, namun YTR mengatakan dirinya tidak akan pulang ke rumah selamanya jika kasus ini sampai ke polisi.

Sampai akhirnya terungkap keberadaan korban di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hal ini diketahui dari pesan WhatsApp yang diterima pihak keluarga dari seseorang tak dikenal pada 10 Juni 2026.

Semua keluarga korban langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban yang awalnya mendapat informasi bahwa korban mengalami kecelakaan. 

Setelah melihat langsung kondisi fisiknya, ternyata banyak luka di sekujur tubuh korban yang diduga kuat merupakan akibat penyiksaan dan kekerasan berat dalam waktu lama. (*)

Jra Edutalk

Jra Edutalk

Editor’s Pick

Pendidikan Berbasis Budaya, Konsep dan Implementasi di Era Modern

Visual pembelajaran berbasis budaya yang dikombinasikan dengan teknologi modern untuk memperkaya proses…

Most Comment

Trending

Get The Latest

Photos

Share to...