Intimidasi yang dialami Tiyo terjadi secara sistematis dan bertubi-tubi:
- 10 Februari 2026: Tiyo menerima ancaman penculikan via WhatsApp dari nomor dengan kode internasional Inggris.
- 13 Februari 2026: Tak gentar, Tiyo kembali turun ke jalan dalam aksi di Bundaran UGM. Ia mengenakan kaos bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” di hadapan para akademisi dan aktivis.
- 14 Februari 2026: Ancaman meningkat menjadi ancaman pembunuhan dari pihak tak dikenal. Di hari yang sama, ibunda Tiyo dikirimi pesan fitnah yang menuduh putranya menggelapkan dana kampus, lengkap dengan narasi provokatif.