Meski ditekan dari berbagai sisi, aktivis asal Kudus kelahiran 26 April ini menyatakan tidak akan mundur selangkah pun.
Tiyo menegaskan bahwa perjuangannya adalah demi keadilan sosial dan hak dasar anak-anak Indonesia.
“Soal teror dan ancaman yang saya, keluarga, dan pengurus BEM terima, kami sudah komunikasikan dengan LPSK, KIKA, dan Kampus UGM untuk tindak lanjutnya,” tulis Tiyo melalui akun Instagram pribadinya, @tiyoardianto_.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan yang berani, “Insya Allah, Tuhan bersama orang-orang yang melawan kezaliman.”
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber