macbook
MacBook Neo. (Foto: Antara)

Resmi Hadir di Indonesia, Inilah Kekurangan MacBook Neo yang Bikin ‘Ilfil’

Jraedutalk – Kehadiran MacBook Neo di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Digital dan iBox memang langsung menyita perhatian. Bagaimana tidak? Dengan banderol harga promosi mulai dari Rp9,9 juta, laptop ini menjadi perangkat komputasi Apple paling terjangkau yang ada di pasaran saat ini.

Namun, di balik desainnya yang segar, warna-warni memikat, dan harga yang ramah kantong, Apple sejatinya melakukan banyak kompromi spesifikasi. Bagi pengguna awam, harga murah ini bisa menjadi “jebakan” jika tidak memahami batasan teknis perangkat tersebut.

Berdasarkan ulasan dari berbagai pengamat teknologi, berikut adalah deretan kekurangan fatal MacBook Neo yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

1. Kapasitas RAM 8GB yang “Dikunci” Mati

Kelemahan paling mencolok yang banyak disorot adalah kapasitas memori terpadu (RAM) yang hanya 8GB. Lebih buruknya lagi, pengguna tidak diberikan opsi untuk menambah (upgrade) RAM, baik saat pembelian maupun di kemudian hari.

Untuk penggunaan kasual seperti mengetik dokumen atau sekadar browsing, 8GB mungkin cukup. Namun, untuk standar komputasi modern di era Kecerdasan Buatan (AI)—apalagi jika Anda sering membuka banyak tab browser secara bersamaan atau melakukan editing video ringan—kapasitas RAM 8GB akan sangat cepat terasa sesak dan berpotensi membuat sistem melambat.

2. Versi Termurah Tidak Punya Touch ID

Banderol Rp9,9 juta terdengar sangat menggoda, tetapi Anda harus tahu apa yang dikorbankan. Varian dasar dengan penyimpanan 256GB ini hadir tanpa sensor sidik jari Touch ID.

Di era di mana keamanan biometrik adalah standar dasar untuk masuk ke sistem atau mengonfirmasi pembayaran cepat, absennya Touch ID adalah sebuah kemunduran. Jika Anda menginginkan fitur Touch ID dan penyimpanan yang lebih lega (512GB), Anda wajib membeli varian di atasnya, yang tentu saja akan menghilangkan daya tarik “harga murah” dari MacBook Neo.

See also  Penggunaan Aplikasi Edukasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

3. Pemangkasan Fitur Port dan Tanpa Thunderbolt 4

Apple juga memangkas kemampuan konektivitas MacBook Neo secara drastis. Laptop ini tidak dibekali port Thunderbolt 4, yang berarti kecepatan transfer datanya mentok di angka 10Gb/s (dibandingkan 40Gb/s pada MacBook Air terbaru).

Bahkan, dari dua port USB-C yang disediakan, keduanya memiliki kasta yang berbeda. Satu port mendukung transfer 10Gb/s dan display, sementara satu port lainnya sangat lambat (hanya 480Mbps). Port kedua ini secara praktis hanya optimal digunakan untuk mengisi daya baterai, bukan untuk memindahkan data berukuran besar.

4. Kinerja Multi-Core yang Terbatas (A18 Pro)

MacBook Neo ditenagai oleh chipset A18 Pro. Dalam pengujian single-core (tugas tunggal dan sederhana), chip ini memang luar biasa cepat, bahkan mengalahkan chip M1 dan M2.

Masalah muncul ketika laptop diajak bekerja keras untuk komputasi multi-core, seperti export video resolusi tinggi atau pemrosesan AI tingkat lanjut. Performa MacBook Neo merosot tajam dan tertinggal jauh di bawah laptop Apple yang menggunakan chipset M-Series.

5. Dimensi Bodi Lebih Tebal dari MacBook Air

Meski hadir dengan layar 13 inci yang ringkas dan bobot ringan (1,23 kg), desain MacBook Neo rupanya memiliki sedikit kekurangan di sisi form factor. Laptop ini secara mengejutkan dirancang lebih tebal dibandingkan MacBook Air. Jika Anda mencari laptop dengan profil setipis mungkin untuk mobilitas maksimal, MacBook Air tetap menjadi juara bertahan yang belum bisa digeser oleh seri Neo.

Murah, Tapi Bukan untuk Semua Orang

MacBook Neo adalah strategi brilian Apple untuk merangkul pasar pelajar dan pengguna kasual dengan dana terbatas. Namun, bagi Anda kreator konten, desainer, atau pekerja profesional yang membutuhkan kemampuan multitasking tinggi dan transfer data super cepat, laptop ini bukanlah pilihan yang tepat.

See also  Pemerintah Bakal Beri Insentif untuk Motor Listrik

Sebaiknya, alihkan anggaran Anda untuk membeli MacBook Air atau MacBook Pro seri M yang menawarkan performa dan konektivitas tanpa banyak kompromi. (*)

Jra Edutalk

Jra Edutalk

Editor’s Pick

Pendidikan Berbasis Budaya, Konsep dan Implementasi di Era Modern

Visual pembelajaran berbasis budaya yang dikombinasikan dengan teknologi modern untuk memperkaya proses…

Most Comment

Trending

Get The Latest

Photos

Share to...