Jraedutalk- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026) malam.
Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan total 16 orang, di mana salah satunya adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
“Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Di mana tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya pada Jumat malam.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa tim penyidik saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan pendalaman dan mengumpulkan berbagai alat bukti.
“Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya,” imbuh Budi.
Kabar penangkapan pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut sebelumnya telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat malam mengenai adanya giat penindakan di wilayah tersebut, Fitroh membenarkan informasi itu.
“Benar,” ujar Fitroh singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dan rinci mengenai konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sang bupati beserta 15 orang lainnya.
KPK juga belum membeberkan secara spesifik siapa saja pihak-pihak lain yang turut diamankan beserta barang bukti apa yang disita dalam operasi malam ini.
Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.
Pejabat Pemkab Diperiksa di Kantor Polres
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung terpantau mendatangi Polres Tulungagung, Jumat (10/4/2026) malam.
Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Pemkab Tulungagung Yulius Rama Isworo tiba dengan menumpangi mobil KPK. Sebelumnya Dwi Yoga, ajudan bupati juga datang dengan minibus bersama personel KPK
Mereka kemudian menurunkan koper diduga berisi dokumen.
Sejumlah pejabat datang sendiri, seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo (*).